laporan topologi implementasi SMKN 1 CIMAHI

No Exp : 09

Konfigurasi VLAN, VTP dan STP pada topologi implementasi SMKN 1 CIMAHI

DIAGNOSA WAN

Nama : Ira Rubiyanti

Instruktur : Bu Netty A

Pak Rudi H

Kelas : 3 TKJ A

Tanggal : 1 November 2010

I. TUJUAN

a. Dapat membuat perencanaan topologi.

b. Dapat mengkonfigurasi dari perencaan tersebut, baik menerapkan VLAN, VTP dan STP.

c. Dan melakukan uji koneksi

II. PENDAHULUAN

Sebuah Virtual LAN atau dikenal sebagai VLAN merupakan fungsi logik dari sebuah switch. Fungsi logik ini mampu membagi jaringan LAN ke dalam beberapa jaringan virtual. Jaringan virtual ini tersambung ke dalam perangkat fisik yang sama tetapi dalam kenyataannya terdapat dalam segmen LAN yang berbeda. Implementasi VLAN dalam jaringan memudahkan seorang administrator jaringan dalam membagi secara logik group-group workstation secara fungsional dan tidak dibatasi oleh batasan lokasi.

VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN)

Spanning-Tree Protocol (STP) adalah protokol yang digunakan untuk memastikan tidak adanya loop di suatu jaringan. Jika kita punya dua buah switch yang dihubungkan satu sama lain dengan dua kabel, jika tidak ada STP maka paket broadcast dari switch pertama akan dikirimkan ke switch yang kedua melalui dua link tersebut, dan oleh switch yang kedua paket broadcast tersebut akan dikirimkan kembali melalui dua link itu lagi. Ini yang disebut switching loop, dan paket broadcast akan membuat suatu kondisi loop yang disebut broadcast storm.

III. ALAT DAN BAHAN

1. PC

2. Aplikasi Packet Tracer

3. Software Microsoft Visio

4. Software Camstudio

IV. LANGKAH KERJA

1. Buat topologi dan scenario

Skenario

SMKN 1 CIMAHI yang memiliki 9 jurusan. Terdapat 9 router yang mewakili jurusan , 1 router utama yang terhubung ke internet dan 4 switch.

Pada VLAN 4 (172.16.16.64/27) agar dapat mengakses internet harus melalui R3 -> S1 -> S4 ->S2 -> R.utama.

Pada VLAN 3 (172.16.16.128/27) dan VLAN 3 (172.16.16.32/27) agar dapat terhubung harus melalui R5 -> S2 -> S3 -> S1 -> R2

1 PC mewakili 1 network. Dan pada internet dapat diwakilkan oleh sebuah PC. Selain itu konfigurasikan routing pada setiap router.

2. Kemudian buka packet tracer, masukan perangkat yang akan di konfigurasikan sesuai dengan topologi.

3. Kemudian semua PC tersebut. Salah satunya seperti berikut.

4. Kemudian konfigurasi router. Misalnya pada router 1

5. Dan konfigurasi routing pada setiap router.

Router Utama

Router 1

Router 2

Router 3

Router 4

Router 5

Router 6

Router 7

Router 8

Router 9

6. Kemudian konfigurasikan switch

a. Network VLAN 4 (172.16.16.64/27) berada pada pada router R3, agar dapat mengakses internet dari R3 -> S1 -> S4 ->S2 -> R.utama.

Konfigurasi Switch 1

Konfigurasi switch 4

Konfigurasi Switch 2

b. Network VLAN 3 (172.16.16.128/27) yang berada pada router R5 dan network VLAN 3 (172.16.16.32/27) yang berada pada router R2 dapat terhubung dengan cara dari R5 -> S2 -> S3 -> S1 -> R2

Konfigurasi switch 2

Konfigurasi switch 3

Konfigurasi switch 1


7. Konfigurasi pun selesai.


V. HASIL KERJA


Lakukan uji koneksi dengan cara add simple PDU lalu capture forward.





Jika yang berwarna ungu maka itu hasil uji dari pertanyaan A dan jika yang berwarna hijau untuk pertanyaan B

VI. KESIMPULAN

Dengan kegitan ini kita dapat memahami tentang VLAN, VTP dan STP. Melakukan sebuah perencanan dari topologi dan mengkonfigurasinya, baik konfigurasi VLAN, VTP dan STP. Dan melakukan uji koneksi.

Laporan Spanning Tree Protokol (STP)

No Exp : 08

Konfigurasi Spanning Tree Protokol menggunakan switch catalyst 2950 pada aplikasi Packet Tracer

DIAGNOSA WAN

Nama : Ira Rubiyanti

Instruktur : Bu Netty A

Pak Rudi H

Kelas : 3 TKJ A

Tanggal : 24 Oktober 2010

I. Tujuan

a. Dapat mengetahui konsep Spanning Tree Protokol.

b. Dapat mengkonfigurasi switch pada simulator atau aplikasi Packet Tracer.

c. Dapat melakukan uji koneksi dari hasil konfigurasi tersebut.

II. Pendahuluan

Spanning-Tree Protocol (STP) adalah protokol yang digunakan untuk memastikan tidak adanya loop di suatu jaringan. Jika kita punya dua buah switch yang dihubungkan satu sama lain dengan dua kabel, jika tidak ada STP maka paket broadcast dari switch pertama akan dikirimkan ke switch yang kedua melalui dua link tersebut, dan oleh switch yang kedua paket broadcast tersebut akan dikirimkan kembali melalui dua link itu lagi. Ini yang disebut switching loop, dan paket broadcast akan membuat suatu kondisi loop yang disebut broadcast storm. Broadcast strom adalah ebuah kejadian yang tidak diiginkan pada network yang disebabkan oleh transmisi secara serentak dari sejumlah broadcast yang melalui segmen network tersebut. Kejadian seperti ini dapat membuat bandwidth network kewalahan, yang mengakibatkan time-out.

Spanning-Tree Protocol (STP) yang sudah distandarkan menjadi IEEE 802.1D, menggunakan algoritma ciptaan Radia Perlman untuk memutuskan loop dengan cara membuat status dari salah satu port dari kedua link tsb menjadi blocking. Algoritma tersebut membuat switching tree dengan salah satu switch sebagai akar (disebut root bridge), dan switch yang lain bisa terhubung ke root hanya dengan satu uplink. Semua alternatif link akan di block, sehingga kita seolah-olah membuat tree dengan cabang-cabang yang hanya memiliki satu link untuk menuju root.

STP adalah protokol yang terdapat di layer 2 OSI yang berfungsi untuk memastikan tidak adanya loop pada topologi pada jaringan LAN. STP memungkinkan seop pada bridge, ataupun mendisable -buah jaringan untuk memasukkan link yang sedang senggang (tambahan) untuk menyediakan backup otomatis jika link utama yang sedang aktif gagal, tanpa bahaya loenable link backup ini secara manual. Bridge loop harus dihindari. karena itu bisa membuat sebuah network terjadi flooding.


III. Alat dan bahan

a. 1 unit PC

b. Aplikasi Packet Tracer


IV. Langkah kerja


a. Buat rancangan topologi seperti gambar yang telah ditentukan

b. Kemudian, buka aplikasi Packet Tracer masukan perangkat yang akan dikonfigurasikan seperti topologi tersebut.

c. Lalu konfigurasi setiap PC. Misalnya pada salah satu PC, seperti berikut.

d. Setelah selesai , maka kita konfigurasi masing-masing switch.

Konfigurasi Switch 3


Konfigurasi Switch 2


Konfigurasi Switch 4


Konfigurasi Switch 5


Konfigurasi Switch 6


e. Konfigurasi pun selesai


V. Hasil kerja

add simple PDU untuk melihat hasilnya, seperti gambar berikut






VI. Kesimpulan

Dengan praktek ini, kita dapat mengetahui tentang konsep STP (Spanning Tree Protocol) beserta konfigurasi dan uji koneksi. Protocol tersebut digunakan untuk memastikan tidak adanya loop di suatu jaringan. Jika tidak ada STP, maka paket broadcast dari switch yang satu ke switch yang lain akan terjadi switching loop, dan paket broadcast akan membuat suatu kondisi loop yang disebut broadcast storm.

Laporan Spanning Tree Protokol (STP) dengan 2 Switch

No Exp : 07

Konfigurasi Spanning Tree Protokol menggunakan switch catalyst 2950 pada aplikasi Packet Tracer

DIAGNOSA WAN

Nama : Ira Rubiyanti

Instruktur : Bu Netty A

Pak Rudi H

Kelas : 3 TKJ A

Tanggal : 18 Oktober 2010

I. Tujuan

a. Dapat mengetahui konsep Spanning Tree Protokol.

b. Dapat mengkonfigurasi switch pada simulator atau aplikasi Packet Tracer.

c. Dapat melakukan uji koneksi dari hasil konfigurasi tersebut.

II. Pendahuluan

Spanning-Tree Protocol (STP) adalah protokol yang digunakan untuk memastikan tidak adanya loop di suatu jaringan. Jika kita punya dua buah switch yang dihubungkan satu sama lain dengan dua kabel, jika tidak ada STP maka paket broadcast dari switch pertama akan dikirimkan ke switch yang kedua melalui dua link tersebut, dan oleh switch yang kedua paket broadcast tersebut akan dikirimkan kembali melalui dua link itu lagi. Ini yang disebut switching loop, dan paket broadcast akan membuat suatu kondisi loop yang disebut broadcast storm. Broadcast strom adalah ebuah kejadian yang tidak diiginkan pada network yang disebabkan oleh transmisi secara serentak dari sejumlah broadcast yang melalui segmen network tersebut. Kejadian seperti ini dapat membuat bandwidth network kewalahan, yang mengakibatkan time-out.

Spanning-Tree Protocol (STP) yang sudah distandarkan menjadi IEEE 802.1D, menggunakan algoritma ciptaan Radia Perlman untuk memutuskan loop dengan cara membuat status dari salah satu port dari kedua link tsb menjadi blocking. Algoritma tersebut membuat switching tree dengan salah satu switch sebagai akar (disebut root bridge), dan switch yang lain bisa terhubung ke root hanya dengan satu uplink. Semua alternatif link akan di block, sehingga kita seolah-olah membuat tree dengan cabang-cabang yang hanya memiliki satu link untuk menuju root.

STP adalah protokol yang terdapat di layer 2 OSI yang berfungsi untuk memastikan tidak adanya loop pada topologi pada jaringan LAN. STP memungkinkan sebuah jaringan untuk memasukkan link yang sedang senggang (tambahan) untuk menyediakan backup otomatis jika link utama yang sedang aktif gagal, tanpa bahaya loop pada bridge, ataupun mendisable -enable link backup ini secara manual. Bridge loop harus dihindari. karena itu bisa membuat sebuah network terjadi flooding.


III. Alat dan bahan

a. 1 unit PC

b. Aplikasi Packet Tracer


IV. Langkah kerja

a. Buat rancangan topologi seperti gambar yang telah ditentukan

b. Kemudian, buka aplikasi Packet Tracer masukan perangkat yang akan dikonfigurasikan seperti topologi tersebut.

c. Lalu konfigurasi setiap PC. Misalnya pada salah satu PC, seperti berikut.

d. Setelah selesai , maka kita konfigurasi masing-masing switch.

switch 2

switch 3

e. Konfigurasi pun selesai


V. Hasil kerja

Uji koneksi dengan cara ketik ping [IP address]

dari PC 2

dari PC 3


Uji koneksi dengan cara add PDU pada PC tersebut.


VI. Kesimpulan

Dengan praktek ini, kita dapat mengetahui tentang konsep STP (Spanning Tree Protocol) beserta konfigurasi dan uji koneksi. Protocol tersebut digunakan untuk memastikan tidak adanya loop di suatu jaringan. Jika tidak ada STP, maka paket broadcast dari switch yang satu ke switch yang lain akan terjadi switching loop, dan paket broadcast akan membuat suatu kondisi loop yang disebut broadcast storm.